Pagelaran Seni Tortor: Identitas Budaya Batak Lingkungan Sekolah
Identitas sebuah bangsa tercermin dari bagaimana generasi mudanya menghargai dan merayakan perbedaan, dan di SMA Unggul Del, hal tersebut diwujudkan melalui Seni Tortor. Sebagai institusi yang berada di wilayah Toba, sekolah ini menaruh perhatian besar pada pelestarian tarian tradisional Batak sebagai bagian dari kurikulum pendidikan karakter. Tortor bukan sekadar gerakan tangan dan kaki, melainkan sebuah bentuk komunikasi spiritual dan sosial yang mendalam antara manusia dengan pencipta, alam, dan sesama. Melalui pagelaran rutin, sekolah berupaya memastikan bahwa setiap siswa memiliki pemahaman yang kuat mengenai akar budayanya sendiri.
Penyelenggaraan acara ini di Lingkungan Sekolah menciptakan suasana yang sangat khidmat dan penuh kebersamaan. Siswa dari berbagai latar belakang suku diajak untuk mempelajari gerakan-gerakan dasar Tortor yang penuh dengan simbolisme penghormatan. Setiap posisi jari dan ayunan tangan memiliki makna tersendiri, mulai dari doa untuk keberkahan hingga ungkapan syukur atas pencapaian hidup. Melalui Identitas Budaya ini, sekolah ingin menanamkan nilai-nilai kesantunan dan tata krama khas masyarakat Batak yang sangat menghargai struktur kekerabatan dan keadilan sosial. Pagelaran ini menjadi momen penting di mana seluruh warga sekolah bersatu dalam irama gondang sabangunan yang megah.
Kekuatan dari pagelaran Seni Tortor ini terletak pada keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap persiapan. Selain berlatih menari, siswa juga belajar mengenai penggunaan kain Ulos yang benar sesuai dengan peruntukannya dalam acara adat. Penggunaan Ulos dalam Lingkungan Sekolah bukan hanya sebagai pelengkap busana, melainkan sebagai media edukasi mengenai sejarah tenun dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi para siswa saat tampil di depan publik, karena mereka merasa sedang membawa martabat keluarga dan leluhurnya melalui setiap gerakan yang ditampilkan dengan penuh penghayatan.
SMA Unggul Del memberikan fasilitas yang mumpuni bagi pengembangan bakat seni ini, termasuk mengundang instruktur tari yang ahli dalam pakem-pakem asli Batak Toba. Pagelaran ini juga sering kali menjadi sarana diplomasi budaya saat sekolah menerima kunjungan tamu dari luar negeri atau lembaga internasional. Melalui Identitas Budaya yang ditampilkan secara profesional, siswa belajar bahwa budaya lokal Indonesia memiliki daya tarik yang sangat luar biasa di mata dunia. Kesenian Tortor menjadi jembatan yang menghubungkan kemajuan teknologi pendidikan modern dengan nilai-nilai luhur masa lalu yang tidak boleh terlupakan oleh arus globalisasi.
