Bupati Pangandaran Sigap Cek Kondisi Siswa Korban Keracunan Massal di Puskesmas Parigi
Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menunjukkan respons cepat dan kepeduliannya terhadap insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Parigi. Beliau langsung mendatangi Puskesmas Parigi pada hari Rabu, 9 April 2025, pagi hari untuk memastikan kondisi para siswa yang menjadi korban keracunan massal tersebut mendapatkan penanganan medis yang optimal.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa insiden keracunan massal ini terjadi pada Selasa siang, 8 April 2025, setelah para siswa mengonsumsi jajanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah. Gejala yang dialami para siswa antara lain mual, muntah, sakit perut, dan pusing. Puluhan siswa kemudian dilarikan ke Puskesmas Parigi untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Setibanya di Puskesmas Parigi, Bupati Jeje Wiradinata langsung berinteraksi dengan para siswa yang sedang mendapatkan perawatan dan juga berdialog dengan para tenaga medis. Beliau memastikan bahwa seluruh korban keracunan massal mendapatkan penanganan yang sesuai dan memadai. Bupati juga memberikan semangat kepada para siswa dan orang tua yang tampak cemas.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab keracunan massal ini,” ujar Bupati Jeje Wiradinata kepada awak media di Puskesmas Parigi. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa korban keracunan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Parigi, dr. Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dan menangani sebanyak 37 siswa dengan gejala keracunan. “Sebagian besar kondisi siswa sudah mulai membaik setelah mendapatkan penanganan awal berupa pemberian cairan infus dan obat-obatan. Namun, kami tetap melakukan observasi untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil sebelum diperbolehkan pulang,” jelas dr. Asep. (Data dari catatan medis Puskesmas Parigi per pukul 09.00 WIB, 9 April 2025, mencatat perkembangan kondisi pasien keracunan massal).
Pihak kepolisian dari Polsek Parigi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar lingkungan sekolah dan mengumpulkan sampel jajanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diuji di laboratorium. Kapolsek Parigi, AKP Herman Junaedi, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengungkap penyebab pasti keracunan massal ini.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama pihak sekolah, pedagang jajanan, dan orang tua, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Pemerintah Kabupaten Pangandaran berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap jajanan di lingkungan sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Disclaimer: Artikel ini dibuat berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi per tanggal publikasi. Hasil investigasi penyebab keracunan massal masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.
