Adiksi Game Online Siswa Asrama Selama Libur Ramadan

Admin_samungdel/ Maret 17, 2026/ Berita, Pendidikan

Siswa yang tinggal di lingkungan asrama sekolah biasanya memiliki jadwal yang sangat tertata dan disiplin tinggi dalam menjalankan aktivitas harian. Namun, saat memasuki bulan Ramadan di mana intensitas kegiatan belajar mengajar di kelas berkurang, muncul sebuah tantangan baru terkait penggunaan gawai yang berlebihan, yakni Adiksi Game Online. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pengelola asrama, karena banyak siswa yang memanfaatkan waktu luang di antara jam sekolah dan waktu berbuka puasa dengan bermain gim tanpa kontrol, yang sering kali mengganggu kualitas istirahat dan ibadah wajib mereka di asrama.

Kecenderungan terjadinya Adiksi Game Online ini dipicu oleh keinginan siswa untuk mencari hiburan instan guna mengalihkan rasa lapar dan haus saat sedang berpuasa. Di dalam asrama, kemudahan akses internet sering kali disalahgunakan untuk bermain gim hingga larut malam setelah salat tarawih, sehingga banyak siswa yang melewatkan waktu tadarus atau bahkan kesulitan bangun saat waktu sahur tiba. Jika perilaku ini terus dibiarkan tanpa adanya pengawasan dan regulasi yang ketat dari pembina asrama, maka produktivitas belajar siswa akan menurun drastis dan kesehatan mata serta postur tubuh mereka akan terancam akibat paparan layar gawai yang terlalu lama.

Dampak sosial dari Adiksi Game Online di lingkungan asrama juga menyebabkan berkurangnya interaksi antarsiswa secara langsung. Suasana kebersamaan yang seharusnya menjadi ciri khas kehidupan asrama berubah menjadi keheningan di mana setiap individu sibuk dengan dunianya masing-masing di depan layar ponsel. Hal ini sangat disayangkan, mengingat Ramadan adalah momen terbaik untuk mempererat tali persaudaraan melalui kegiatan diskusi agama, kerja bakti, atau olahraga ringan bersama. Ketergantungan pada dunia digital membuat empati sosial siswa berkurang dan mereka menjadi lebih emosional jika aktivitas bermain gimnya terganggu oleh aturan sekolah.

Pihak sekolah dan pengelola asrama perlu menerapkan kebijakan yang lebih tegas namun edukatif untuk menekan angka Adiksi Game Online di kalangan pelajar. Pembatasan jam penggunaan gawai dan pengalihan hobi ke arah yang lebih positif, seperti kompetisi seni islami atau klub baca buku, dapat menjadi solusi yang efektif. Edukasi mengenai dampak negatif radiasi layar dan risiko kecanduan digital harus terus disampaikan agar siswa memiliki kesadaran mandiri dalam mengatur waktu mereka. Peran pembina asrama sebagai figur teladan sangat krusial dalam memberikan arahan agar siswa tetap fokus pada tujuan utama mereka tinggal di asrama, yaitu menuntut ilmu dan memperbaiki karakter.

Share this Post